05 Juni, 2010

Keracunan Status Facebook.

Sungguh merana sekali nasib blog ini. Dia ga di-update selama sebulan ini. Bukan karena malas, tapi memang selama sebulan ini, belum ada kejadian menarik sama sekali.

Di cerita gua kali ini, gua ingin menyinggung status Facebook temen-temen gua yang cukup memprihatinkan akhir-akhir ini.

--

Dalam era informatika. Kesadaran manusia sebagai makluk sosial diwujudkan dalam sebuah jaringan sosial dalam internet. Oleh karena itu, beberapa tahun yang lalu muncullah sebuah situs jejaring sosial bernama friendster. Karena kepopulerannya tersebut, banyak orang akhirnya rela duduk di depan komputer selama berjam-jam lamanya.

Di dalam situs itu kita dengan mudah dapat menemukan profil dan berinteraksi dengan teman-teman kita. Hanya saja, seiring munculnya kompetitor lain dengan kemampuan yang lebih unik dan baru, membuat friendster akhirnya hancur tak bersisa..

Banyak orang kemudian beralih menggunakan Facebook dan Twitter. Kedua situs itu datang dengan perlengkapan dan dukungan kuat dari pihak ketiga. Sehingga pada akhirnya tibalah saat di mana Friendster hanya dikenang sebagai situs gagal semata!.

--

Perkenalan gua dengan situs Facebook dimulai tahun 2008. Saat itu tidak banyak orang menggunakan situs itu, tidak seperti sekarang..

Kemajuan situs Facebook cukup mengerikan, sekaligus mengganggu. Semakin banyak kalian mempunyai teman, semakin banyak pula permintaan teman dari seseorang yang tidak dikenal. Bukan sombong tidak ingin meng-approve, tapi Facebook adalah sebuah halaman pribadi, di mana lo hanya ingin berbagi terhadap orang yang dikenal. Hal bersifat pribadi tersebut seharusnya tidak diketahui oleh orang asing, bukan?.

Sayang, masyarakat Indonesia belum memahami pentingnya keprivasian tersebut. Sehingga tak salah jika banyak orang mendapat pengalaman negatif, berhubungan dengan penggunaan Facebook seperti diberitakan belakangan ini..


-- FACEBOOK

Status atau "Apa yang sedang anda pikirkan?" adalah sebuah layanan Facebook yang digunakan oleh pengguna untuk memberikan informasi tentang apa yang dirasakannya kepada teman-temannya. Untuk berbagi informasi, kita cukup mengetik apa saja dalam box bertuliskan "apa yang sedang anda pikirkan?" (what's on your mind?). Otomatis berita yang kita ketik dapat dibaca oleh teman-teman kita. Kemudian status yang dibaca dapat pula dikomentari oleh teman-teman kita.


Gua lebih sering membaca status twitter dibanding Facebook. Selain bisa membaca news ticker secara real time, Informasi yang ter-update di sana lebih informatif dibandingkan Facebook. Twitter juga sering gua gunakan untuk menyimpan ide-ide penulisan blog berikutnya (nyampah maksudnya! hehe). Di sisi lain, gua juga ga perlu sakit hati kalau ternyata update-an twitter gua ga ada yang komentar.. HAHA

Gua tidak mempunyai kapasitas untuk mengkritisi situs Facebook. Tapi dari sudut pandang gua, terkadang membuka situs ini adalah suatu kesalahan besar!. Hal ini bisa gua utarakan, karena gua sering membaca status teman bernada ; konfrontasi, keluhan, bahkan makian kepada seseorang secara terus-menerus.

Sekali, dua kali mungkin bisa ditolerir, tapi kalau terlalu sering?.

--

Apa yang bakal lo rasain kalau baca status macam begini setiap hari?

A : "Anjing?! Sini kalau mau berantem!".
B : "Kamu sakitin aku..lebih baik aku cari yang lain".
C : "Arrrggghh.. Ujan!".

Membaca status beraura negatif terus-menerus, akan menimbulkan perasaan tidak nyaman, yang apabila terakumulasi, maka akan berimbas terhadap mudahnya ; pusing kepala, badan meriang, hingga mencret-mencret!..

 Berbagai obat yang gua butuhkan sebelum membuka FB, termasuk plester luka, obat merah, dan obat mencret!. 

---

"LO HINA STATUS GUA!! EMANG STATUS FACEBOOK LO KAYA GIMANA???!!!!" 

"Aduh, si tante ini marah-marah aja".

Sebagain besar status yang gua buat berisi lelucon yang kurang lazim. Terkadang gua ingin teman-teman gua sedikit berfikir dan berkonsentrasi untuk memahami lelucon yang terkandung di dalamnya. Semakin mereka ga paham, semakin gua menikmatinya!. :)

Apakah kalian paham status ini? : "I wish i had windows phone". Kemarin jam 3:30 melalui Windows Phone.

Banyak yang ga paham, tapi kalau kalian lihat lebih jelas lagi. Akankah kalian tersenyum?.

Membuat status Facebook adalah pekerjaan yang susah-susah gampang. Terkadang walawpun berisi pesan sedih, gua berusaha teman-teman yang membacanya tetap tersenyum..

--

Semenjak kejadian patah hati kemarin, gua sering berdiam diri dalam perasaan yang hampa. Di waktu senggang biasanya gua manfaatkan diri dengan membaca koran mingguan. Dalam perasaan sedih, dan rubik lowongan kerjaan akhir pekan. Maka terciptalah status ini :

"Dibuka lowongan untuk wanita dengan kualifikasi : 1. Wanita manis, 2. Berwawasan luas, 3. Benar-benar wanita tulen, 4. Tinggi kurang dari 172cm, 5. Mempunyai rambut, 6. Mempunyai gigi, 7. Umur di atas 19 di bawah 22, 8. Tubuh semampai, 9. Kaya / miskin "Give the fuck !". Jika anda menemui kualifikasi tersebut. Silahkan kirimkan lamaran kalian tepat ke hatiku yang sedang kesepian ini..". 17 Desember 2009 jam 12:01 melalui TweetDeck

--

Sekarang bukan lagi jamannya SMS kalau sedang hari raya. Orang-orang lebih senang membuat suatu status dalam profil Facebooknya yang menyatakan "Selamat Hari Raya". Pergeseran makna hari raya ke arah silaturahmi maya sebenarnya cukup membahayakan. Makna silaturahmi menjadi pudar sama sekali. Kangen banget masa dulu di mana dulu gua berkunjung dari satu rumah ke rumah lain ketika lebaran..

Gua adalah satu dari banyak orang yang memanfaatkan status Facebook untuk menyebarkan berita hari raya. Gua melihat sisi ekonomisnya sebelum memutuskan mengucapkan Selamat Hari Raya kepada teman-teman. Mungkin ini contoh status gua pada saat Idul Adha tahun kemarin.

"Turut berbela sungkawa sebesar-besarnya terhadap meninggalnya sahabat gua yang kemarin sempat berkenalan di masjid : Adolf Lu Hitler Marak, Armand Hammer, Apple Martin, Byron Low tax Looper. Semoga amal ibadah kalian di terima di sisinya.. amin.. "Selamat Idul Adha" (Note : Status ini ditulis dalam bahasa kambing, jadi kalau kalian mengerti, berarti kalian... ... ...)". 27 November 2009 jam 9:23 melalui TweetDeck · 

--

Status facebook adalah suatu penggambaran seseorang. Apabila kalian sedih, coba utarakan dalam bentuk yang cukup kreatif, sehingga status kalian tidak menimbulkan perasaan kurang menyenangkan kepada teman-teman kalian.

Mungkin, di atas adalah beberapa contoh dari status gua, yang walawpun berisi rasa sedih, tapi terkadang gua ga mau menimbulkan dampak negatif kepada orang banyak. Terlalu banyak perasaan kurang menyenangkan akan menyebabkan penurunan IQ dan juga "Keracunan-Facebook".

 Keracunan Facebook 

1 komentar:

Ririe mengatakan...

mwahaha...

Poskan Komentar